Showing posts with label Etika profesi. Show all posts
Showing posts with label Etika profesi. Show all posts

Sunday, September 30, 2012

Kepimimpinan


Kepimimpinan ( leadership)

Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan seseorang/individu untuk dapat mempengaruhi, memotivasi dan memungkinkan orang-orang memberikan kontribusi terhadap keefektivan dan kesuksesan suatu organisasi  (House et al, 1999)

Kepemimpinan menurut sifatnya

a) Bersifat resmi (formal leadership),
merupakan kepemimpinan yang ditentukan secara resmi dalam suatu jabatan organisasi

b) Bersifat tidak resmi (informal leadership)
merupakan kepemimpinan yang mempunyai  ruang lingkup tanpa batas-batas resmi yang didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan dari masyarakat atau kelompok tertentu 


Beberapa macam definisi kepemimpinan

•         George R Terry ( dikutip dari Sutarto, 1998 :17 )
            Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan

•         Hemhill & Coon, 1995
            Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama

•         Burns, 1978
            Kepemimpinan merupakan latihan (exercise) yang memobilisasi orang-orang secara institusional, politik, psikologis dan sumberdaya lain sedemikian rupa, untuk membangkitkan, mengikutsertakan dan memuaskan motif-motif para pengikut

Dalam “Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof Drs S Pamudji, MPA

-          Kepemimpinan sebagai titik pusat proses suatu kelompok
-          Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki perilaku dan watak yang memadai dari suatu kepribadian
-          Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham dan kesepakatan
-          Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh
-          Kepemimpinan sebagai tindakan atau perilaku
-          Kepemimpinan sebagai hubungan kekuasaan  dan kekuatan
-          Kepemimpinan adalah bentuk persuasi
-          Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan
-          Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi
-          Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan
-          Kepemimpinan adalah awal dari pada struktur

Berdasarkan definisi-definisi diatas, kepemimpinan mempunyai implikasi, antara lain :
•         Kepemimpinan berarti melibatkan pihak lain, yaitu karyawan atau bawahan. Para bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin.
•         Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya mampu untuk menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan
•         Kepemimpinan harus memiliki :
•         kejujuran terhadap diri sendiri (integrity),
•         sikap bertanggung jawab yang tulus (compassion)
•         pengetahuan (cognizance)
•         keberanian bertindak sesuai keyakinan (commitment)
•         kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence)
•         kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication)

Perkembangan pemikiran ahli-ahli manajemen mengenai model-model kepemimpinan:

•         Model kepemimpinan kontingensi
            memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin, tingkah lakunya dan variabel-variabel situasional

•         Model Transformasional
            seorang pemimpin harus bisa memotivasi bawahannya untuk melakukan tanggungjawab yang diharapkan

dan masih banyak lagi model kepemimpinan
untuk materi lenkap bisa di download disini





PRENCANAAN TENAGA KERJA


PERENCANAAN TENAGA KERJA

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja
                Perencanaan (rencana) yaitu suatu aktifitas untuk mengembangkan tenaga kerja dimasa yang akan datang, yang harus dilaksanakan dan bagaimana mengerjakannya.
Dalam proses perencanaan tenaga kerja memperhitungkan aspek-aspek antara lain :
                a. Pendidikan
                b. Kompetensi : ketrampilan/keahlian
                c. Kondisi fisik : kesehatan
                d. Jenis kelamin
                e. Status 
                 f. Syarat khusus, Usia dll

Berdasarkan corak  dan isi perencanaan tenaga kerja dapat di bedakan atas :
a)      Jangka waktu (rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang)
b)      Luas Lingkungan/lingkupnya
c)       Substansi bidang kerja atau cakupannya (bidang industrialisasi, teknologi, kesehatan, pendidikan, keamanan dll)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat instrumen persyaratan bagi calon tenaga kerja harus selalu menyesuaikan.
Kebutuhan tenaga kerja mempertimbangkan klasifikasi ketrampilan bagi tenaga kerja tersebut.

Tiga dimensi pokok dalam perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) :
  1. Kebutuhan karena pengaruh globalisasi dan lingkungan
  2. Rencana kebutuhan organisasi tentang manajemen SDM
  3. Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi

Perencanaan Tenaga Kerja sebagai Dasar Pengembangan Manajemen SDM
•          Perencanaan tenaga kerja yang baik dimaksudkan untuk memperhitungkan tingkat efisiensi dalam mengembangkan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Ada 5 (lima) pilar mendasar dalam perencanaan tenaga kerja bagi pengembangan manajemen SDM
  1. Menentukan kebutuhan tenaga kerja, melalui analisis perkiraan kebutuhan dan survey untuk melihat adanya kebutuhan atau kelebihan tenaga kerja dimasa yang akan datang
2.       Perkiraan tenaga kerja manusia di masa yang akan datang, dengan mengacu pada rencana strategis perusahaan dan perkiraan kegiatan yang akan datAng
3.       Adanya perkiraan penerimaan tenaga kerja dari dalam dan luar organisasi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan organisasi
4         Adanya instrumen sebagai dasar penilaian tenaga kerja yang dibutuhkan bagi organisasi
5         Mempersiapkan kemungkinan kebutuhan tenaga kerja atau untuk mengatasi kalau terjadi kelebihan tenaga kerja dalam organisasi

Proses pengembangan manajemen SDM sebaiknya dimulai dari perencanaan yang strategis untuk membantu dan memastikan bahwa organisasi memperoleh tingkat kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan mereka dengan cepat dan Ekonomis

Fungsi manajemen Sumber Daya Manusia

•          Seorang pakar manajemen George R. Terry mengemukakan fungsi manajemen terdiri dari
                                - Planning (perencanaan)
                                - Organizing (pengorganisasian)
                                - Actuating (pergerakan)
                                - Controlling (pengawasan)

•          Sedangkan pendapat Prof.DR. Abdurrahmat Fathoni MSi, manajemen mencakup 9 fungsi antara lain :
                1.  Pe-rencana-an                           
                2.  Peng-organisasi-an   
                3.  Meng-gerak-kan                       
                4.  Memberi petunjuk                                   
                5.  Koordinasi
                6.  Pengawasan
                7.  Pelaporan
                8.  Peng-anggaran
                9.  Evaluasi

ANALISIS PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN/PEGAWAI

•          Suatu organisasi akan tetap bertahan dan berkembang apabila didukung oleh SDM yang tangguh dan memadai 

Untuk mewujudkan ketangguhan manusia dalam organisasi, analisis pekerjaan atau analisis jabatan merupakan syarat mutlak harus dilaksanakan.

•          Dari Analisis pekerjaan akan diperoleh petunjuk dan pedoman yang  mencakup :
1. Pedoman untuk kebutuhan tenaga kerja,  kriteria jabatan dan penguasaan pekerjaan dalam organisasi
2. Petunjuk untuk menetapkan tingkatan jabatan dalam organisasi
3. Pedoman untuk menetapkan tingkat prestasi kerja pegawai
4. Petunjuk program pelatihan
5. Pedoman untuk menetapkan rencana      
    penempatan tenaga kerja
6. Pedoman untuk alih jabatan atau
     pekerjaan
7. Pedoman untuk memberikan
     penghargaan

Langkah-langkah analisis pekerjaan

Langkah-langkah analisis pekerjaan yang perlu diketahui untuk mendapatkan informasi tentang jabatan, a.l.
-          Menentukan perencanaan pekerjaan
-          Menentukan perencanaan organisasi
-          Menentukan struktur organisasi             
-          Mengadakan inventarisasi jabatan dalam  struktur organisasi
-          Menentukan nama jabatan dalam satu sistem (contohnya Direktur Utama, Direktur Keuangan, General Manager, Manager dst)
-          Memperoleh informasi organisasi dari angket, kuesioner, observasi langsung, mempelajari dari dokumen   

Tantangan bagi SDM
Salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh umat manusia di masa depan adalah untuk menciptakan organisasi yang semakin beraneka ragam tetapi sekaligus menuntut pengelolaan yang semakin :
                                - efisien
                                - efektif
                                - produktif


PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI

Kebijaksanaan dan langkah-langkah  dalam manajemen SDM, untuk pencapaian suatu tujuan organisasi dapat dikategorikan pada tiap jenis tujuan yaitu :
  1. Tujuan masyarakat sebagai keseluruhan
  2. Tujuan organisasi yang bersangkutan
  3. Tujuan fungsional dalam arti tujuan SDM
    dalam suatu organisasi
 4.Tujuan pribadi para anggota organisasi

Dapatkan materi lengkap disini
               

KOMPETENSI DIRI



KOMPETENSI DIRI

Kembangkan Kompetensi Diri

            Salah satu kunci yang harus dimiliki dalam menyusun strategi kerja di masa depan adalah kompetensi diri, karena tantangan kita di era globalisasi ini semakin berat.

                                    Kuncinya : “Mau Belajar”

Kompetensi diri, dikelompokkan menjadi 5 hal yaitu :

            1. Kompetensi Teknikal : pekerjaan rancang bangun, teknik
            2. Kompetensi Sosial : komunikasi & bekerja sama dng orang lain
            3. Kompetensi Konseptual : perencanaan, pengumpulan informasi
            4. Kompetensi Etikal : nilai-nilai moral & etika
            5. Kompetensi Pembelajaran : membaca & belajar


KOMPETENSI

Definisi Kompetensi :

            Kompetensi merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama, dan dapat memprediksi perilaku dalam berbagai tugas (diukur oleh kriteria spesifik atau standar) dan situasi kerja (kinerja)

Ada 5 (lima) tipe karakteristik kompetensi, yaitu :
  1. Motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang.
  2. Ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi
3.   Konsep diri (self-konsep), sikap-sikap, nilai-nilai dan            gambaran tentang diri sendiri seseorang
  1. Pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki   seseorang dalam area spesifik tertentu
  2. Keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk       menampilkan tugas fisik atau tugas mental tertentu

Tingkat kompetensi

Tingkat kompetensi seseorang terdiri dari dua bagian :

a. Tingkat kompetensi permukaan (surface), bagian yang dapat dilihat dan dikembangkan seperti pengetahuan dan keterampilan

b.  Tingkat kompetensi sentral atau inti kepribadian (core personality), bagian yang tidak dapat dilihat dan sulit dikembangkan seperti sifat-sifat, motif dan nilai-nilai

Definisi Kompetensi

  1. Menteri Pendidikan, yang tercamtum dalam SK Mendiknas no.045/U/2002
            Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu

  1. Robert A.Roe (2001)
            Kompetensi didifinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas (peran) secara memadai; kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi.Dan kemampuan membangun pengetahuan, ketrampilan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan

  1. Mc.Ashan (1998)
            Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga dia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, efektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya

  1. Lyle M.Spencer,Jr dan Signe (1993)
            Kompetensi adalah karakteristik dasar dari seseorang yang biasanya terkait dengan kinerja efektif menurut kriteria tertentu dan/atau kinerja superior dalam sebuah pekerjaan atau situasi

Kunci memiliki kepribadian yang efektif

Seorang pakar kepemimpinan Amerika Stephen R.Covey, dalam bukunya yang berjudul “ The Seven Habits of Highly Effektive People” terdapat 7 kebiasaan untuk menumbuhkan pribadi yang efektif

1. Jadilah Proaktif
            Proaktif merupakan kebiasaan untuk mengambil inisiatif, untuk bertanggung jawab sesuai dengan pilihan kita.

2. Mulailah dengan Gambaran Mengenai Tujuan
            Memulai setiap hari dengan gambaran yang jelas dalam benak kita apa yang akan dilakukan. Sibuk tidak berarti efektif

3.  Utamakan Prioritas
            Dalam kita mengelola waktu, dituntut suatu kedisiplinan. Membiasakan diri dalam mengutamakan Prioritas dengan membuat sebuah matrik manajemen waktu

  1. Berpikir Menang/Menang
            Dalam berinteraksi dengan orang lain, mereka yang memiliki pribadi efektif selalu berfikir bagaimana agar terjadi situasi Menang/Kalah, Kalah/Menang, Menang semata. Didalam mengembangkan watak, kesepakatan, sistem kerja dsb. Tetapi prinsip ini bukan berarti kita bersikap mau menang sendiri.

  1. Berusaha Untuk Memahami kemudian Memahami
            Melatih diri untuk mendengarkan dengan empati apa yang disampaikan/dibicarakan pihak lain. Ungkapkan gagasan kita dengan jelas, tepat dan tempatkan dalam konteks kepentingan orang lain menurut pemahaman yang telah kita siapkan.

  1. Bersinergi
            Bersinergi adalah upaya untuk memanfaatkan dan memadukan kekuatan terbesar yang dimiliki orang-orang, yang merupakan hal-hal terbaik di sekitar kita sehingga akan mendapat dukungan dari berbagai pihak yang kelak mempermudah langkah kita dalam mencapai tujuan.

  1. Terus Mengasah Diri
            Menyisihkan sedikit waktu yang sangat penting untuk memastikan bahwa kerja keras kita telah maksimal. Agar kita tidak hanyut dalam kesibukan, hingga tak sadar bahwa kita ini masih harus belajar untuk mengembangkan kemampuan kita.
                                                                                                       *
Klik disini, untuk mendapatkan materi lengkapnya





KEPRIBADIAN




ARTI DAN DEFINISI KEPRIBADIAN

                Kepribadian yang dalam bahasa Inggris Personality sedangkan dalam bahasa kata latin artinya Persona. Dari kata persona diibaratkan pemain sandiwara memainkan perannya sesuai topeng yang dikenakannya.
                Kepribadian adalah Integrasi sikap/sifat warisan maupun yang didapatkan dari lingkungan sehingga menimbulkan kesan pada orang lain.
                Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menjumpai pengertian kepribadian melalui ungkapan-ungkapan seperti “Budhi berkepribadian pahlawan” atau Tuti memiliki kepribadian Kartini sejati”

Kepribadian dalam pandangan psikologi

Pengertian kepribadian menurut disiplin ilmu psikologi, diambil dari ahli terkemuka Gordon Allport
                Merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat pada diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik ( artinya jiwa & raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan) individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas (setiap individu mempunyai kepribadian masing-masing)

Beberapa pengertian kepribadian

  1. Kepribadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang di organisasi dan di integrasikan oleh kepribadian. Jadi kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku
  2.  Melalui study tentang kepribadian, sifat-sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan menjadi jelas atau dapat dipahami. Kepribadian sebagai sesuatu yang unik atau khas pada diri setiap orang
  3.  Pentingnya melihat kepribadian dari sudut “sejarah hidup” , perkembangan dan perspektif. Atau dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian individu itu ditentu kan atau dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan (dimana………..?, siapa………….?

Aspek kepribadian

Ada 10(sepuluh) aspek kepribadian yang bisa dijadikan sebagai standar untuk mengetahui dan mengembangkan kepribadian seseorang :

  1. Sikap/sifat individu
                - Mau mawas diri
                - Gunakan imajinasi untuk mengatasi kebiasaan dan kecenderungan yang tidak diinginkan

  1. Pengetahuan
                - Wawasan luas
                - Memiliki keinginan untuk belajar/membaca
                - Tidak puas mengerti persoalan secara dangkal
                - Cari informasi dari ensiklopedi, perpustakaan, museum
                - Hadiri acara seminar dan pertemuan-pertemuan lain

3. Ketrampilan
                - Menguasai ketrampilan dalam penampilan keseharian
                - Ketrampilan profesional :
                                * Ketrampilan berbicara didepan umum
                                * Jangan bersungut, ngedumel, komat-kamit
                                * Gunakan kata yang tepat

4. Kecerdasan
                - Kecerdasan tidak tergantung pada tinggi rendahnya pendidikan
                - Secara mental semua orang ingin membebaskan diri dari keharusan berfikir. Cambuk diri
                - Gunakan sistem sendiri waktu belajar

5. Kesehatan
                - Makan/tidur cukup dan olah raga
                - Pikiran tenang
                - Kesibukan/hobby

       6. Penampilan
                - Busana baik, bersih, rapih dan serasi. Tidak over dressed
                - Bersikap wajar, tidak over acting, feminim/maskulin
                - Ekspresi mengundang persahabatan
                - Eye contact mantap

7. Sikap terhadap orang lain
                - Mengakui bahwa martabat manusia sama
                - Tenggang rasa, menghargai/menghormati orang lain, tidak mementingkan diri sendiri
                - Sikap negatif yang harus dihindari, meremehkan/melanggar hak  orang lain
                - Bersedia memberi pujian dan menegur serta minta maaf
                - Ucapkan terima kasih
                - Dapat dipercaya/toleransi
    
      8. Pengendalian diri/emosi
                - Tidak cepat terpengaruh
                - Menyingkirkan prasangka, kecurigaan, ketakutan, pessimisme, rendah diri, iri hati
                - Pengendalian diri fisik/psykis

      9. Nilai/keyakinan
                - Menentukan arah hidup sesuai keyakinan
                - Memiliki keberanian secara fisik/psykis
                - Tidak takut menyongsong hari depan/cita-cita
      
10. Peranan/kedudukan
                - Makin banyak peran, makin banyak kedudukan
                - Berusaha secara sehat memperoleh peranan dan kedudukan
                - Formal/non-formal


Keprbadian DALAM dan LUAR

Dalam pengembangan kepribadian tidak hanya menitik beratkan pada pengembangan kepribadian luar (lahiriah) saja, namun juga harus dimulai dari pengembangan kepribadian dalam (bathiniah)

  1. Kepribadian Dalam (Your-Iner Self)
            Kepribadian Dalam adalah pengembangan diri yang berakar dari sifat-sifat pribadi yang dipunyai manusia sejak dilahirkan. Kepribadian Dalam sangat dipengaruhi oleh bagaimana dia di asuh dan dibesarkan, oleh lingkungan dimana dia dibesarkan, oleh pendidikan, oleh pergaulan dsb
            Kepribadian Dalam harus dikembangkan sehingga menjadi faktor pendukung dalam pengembangan diri seseorang menuju profesionalisme, antara lain adalah :
a) Kejujuran (Honesty) dalam segala hal, baik dalam mental (pikiran), pendapat, waktu, maupun uang
            b) Kerahasiaan (Discrecy), kemampuan menjaga rahasia pribadi, 
          rahasia perusahaan/instansi/tempat bekerja dsb
            c) Kehandalan (Reliability), mampu melaksanakan tugas yang 
          dipercayakan kepadanya dalam kondisi dan situasi apapun
            d) Kesigapan (Alertness), selalu dalam keadaan siap melaksanakan 
          tugas apapun yang di percayakan kepadanya
            e) Penalaran ( Sensibility), mempunyai nalar atau akal sehat untuk 
          menentukan sikap atau membuat keputusan
            f) Tenggang Rasa (Tactufulness), mempunyai kepekaan untuk
          menenggang perasaan orang lain sehingga mudah bekerjasama
            g) Kerapihan (Tidiness), rapi dalam segala hal baik yang menyangkut
          fisik maupun perbuatan
            h) Penyesuaian diri (Adaptibility), mampu menyesuaikan diri dengan
          lingkungan sekitar dalam situasi dan kondisi apapun
            i) Ketenangan (Poised), mampu menahan diri dan tidak mudah
         panik dalam keadaan apapun
            j) Kesopan-santunan (Courtesy), selalu sopan santun di dalam
         pergaulan, tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap orang    
         lain dan dengan siapa ia berinteraksi

2. Kepribadian luar (Your outter-self)
            Kepribadian luar seseorang yang pertama kali dilihat orang lain, sehingga akan menimbulkan kesan atau persepsi tertentu, yaitu
                        a) Kesehatan
                        b) Wirraga
                        c) Tata Busana & Tata rias

download dalam bentk slidee presentasi disini