Showing posts with label lain - lain. Show all posts
Showing posts with label lain - lain. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

Realita Minum - minuman Keras dikalangan Mahasiswa

TUGAS PENGANTAR PEKERJA SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL


“REALITA MINUM – MINUMAN KERAS DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG”







Oleh:

Achmad Burhanuddin

(201010030311031)




FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

KATA PENGANTAR


       Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah,  karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami membahas “REALITA MINUM - MINUMAN KERAS DI KALANGAN MAHASISWA UMM”. Suatu permasalah yang sungguh ironi di tengah kebesaran nama UMM sebagai kampus terbaik dan juga bernafaskan ajaran islam.
       Makalah ini dibuat dalam rangka tugas yang di berikan dosen mata kuliah pengantar pekeja social dan kesejahteraan social sebagai pengganti ujian tengah semester ( UTS ). Selain itu juga untuk mengetahui masalah social yang ada di sekitar kampus.

Dalam  proses pembuatan makalah ini  ,  tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya  kami sampaikan :
  • Dra. Sua’adah . M.si, selaku dosen mata kuliah “ Pengantar Pekerja Sosial Dan Kesejahteraan Sosial”.
  • Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak  memberikan masukan untuk  makalah ini khususnya yang telah bersedia menjadi nara sumber yang tidak bisa saya sebutkan namanya.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat, tentunya dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan mohon kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sekalian.

                                                                         Malang , 11 November 2010
                                                                                        Penyusun


                                                                               Achmad Burhanuddin
                                                                               (2010100303111031)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Harapan remaja sebagai penerus bangsa yang menentukan kuaitas negara di masa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.  Perilaku nakal di kalangan remaja saat ini cenderung mencapai titik kritis.Berbagai macam kenakalan remaja yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan dan penyalahgunaan obat-obatan seperti narkotik (narkoba).Kenakalan remaja diartikan sebagai suatu outcome dari suatu proses yang menunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada.  Kenakalan remaja disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor pribadi, faktor keluarga yang merupakan lingkungan utama (Willis, 1994), maupun faktor lingkungan sekitar yang secara potensial dapat membentuk perilaku seorang anak (Mulyono, 1995).

Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mall, ngeband dan mabuk, memahami istilah gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.
Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari penyimpangan sosial seperti mabuk – mabukan.




1.2  Batasan Masalah

 Dalam penyusunan makalah ini penulis membatasi masalah yang di bahas pada dua topik yaitu :

  1. faktor- faktor yang menyebabkan pemuda mengkonsumsi minuman keras, dan
  2. Dampak yang di timbulkan dari minuman keras


1.3 Tujuan  

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui masalah – masalah sosial remaja yang ada di lingkunagn sekitar serta untuk mengetahui foktor - fektor penyebabnya dan dampaknya sehingga nanti penulis berharap agar dengan makalah ini bisa menyadarkan rekan -rekan  mahasiswa sekalian pada khususnya dan semua pembaca pada umumnya untuk tidak lagi mengonsumsi minuman keras.


1.4    Dasar Pemikiran
            Pendekatan teoritis yang melatarbelakangi studi kenakalan remaja ini adalah:
1.      Teori Sistem yang menyatakan bahwa sistem terdiri dari komponen-komponen yang saling tergantung antara satu dengan yang lain (Klein dan White, 1996).  Dalam studi ini digunakan logika berfikir secara teori sistem bahwa keluarga tediri dari anggota-anggota keluarga yang saling berpengaruh satu dengan yang lain.  Kenakalan remaja adalah merupakan suatu output dari suatu proses hubungan antara anggota keluarga
2.      Teori Pertukaran Sosial yang menyatakan bahwa sesama individu dapat saling bertukar baik berupa materi maupun non materi (Klein dan White, 1996).  Dalam studi ini digunakan logika berfikir bahwa antar anggota keluarga saling memberi dan menerima sesuatu, begitu pula dengan para remaja dengan teman bermainnya.  Dengan demikian kenakalan remaja adalah output dari sebuah hasil pertukaran sosial antar individu.

1.5  Metode Penelitian

            A . Objek Dan Tempat

Objek dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang , sedangkan tempat dari penelitian ini juga didaerah sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Malang di daerah Tlogo Mas malang.

B.Jenis Penelitian

 Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang sifatnya menjelaskan situasi atau kejadian – kejadian tertentu ataupun penyajian yang didapatkan sebagai hasil penelitian dengan sara memberikan gambaran secara luas mengenai keadaan yang sesuai dengan kenyataan dan melakukan analisis masalah yang telah didapatkan sehingga diperoleh kesimpulan yang obyektif.

       C. Data Dan Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Untuk data primer disini melalui wawancara langsung kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, sedangkan untuk data sekunder penulis mendapatkan dari berbagai sumber diantaranya internet dan buku – buku penunjang lain yang mendukung.





BAB II
PEMAPARAN DAN PEMBAHASAN

,,,,,,,,

Silahkan Download materi ini lengkap Disini





Fenomena buta aksara

Tugas Dosen Wali Ilmu Kesejahteraan Sosial






Oleh:

Achmad Burhanuddin

(201010030311031)



FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2011



Gelapnya Dunia di Kegemerlapan Modern

(Fenomena buta aksara yang masih tinggi di bangsa kita)

Perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin pesat , oleh karena itu kita harus mengikuti perkembangannya jika kita tidak mau tertinggal dengan bangsa lain dan tidak mau tergerus oleh kejamnya dunia dewasa ini, tak bisa dipungkiri untuk mendapatkan  informasi yang ada dan tidak ketinggalan  adalah kita harus membaca, mungkin kita juga bisa tanpa membaca tetapi melalui pesan yang di sampaikan orang lain tapi hal ini sangatlah tidak efektif karena kita hanya menjadi orang yang pasif.

Membaca merupakan suatu aktifitas yang tak pernah lepas dari kehidupan kita di era globalisasi seperti saat ini, dengan membaca kita dapat mengikuti perkembangan dunia yang semakin hari mengalami perkembangan yang sangat pesat. Membaca merupakan jendela dunia , dengan membaca kita tau semua kejadian yang ada di dunia ini mulai dari. dalam ajaran agama kita pun ( islam )  bahkan kita di ingatkan bahwa membaca merupakan hal yang sangat krusial dalam menjalani kehidupan sehari- hari ,terbukti dengan turunnya wahyu Allah pertama kali kepada nabi Muhammad yaitu surat Al - Alaq
ayat 1-5 .
berikut sedikit penjelasan yang penulis ambil dari blog yang ada di internet (http://azzocca-m.blogspot.com dan http://www.islamicity.com)

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (96:5)
Arti
''bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.bacalah,dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.yang mengajar (manusia) dengan pena.dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Makna:
1.Allah memerintahkan kepada nabi muhammad saw. Agar membaca dengan menyebut nama Allah .kata iqra' memiliki makna yang penting,dalam rngakaian wahyu yang pertama yang di tujukan kepada seorang yang ummi(tak dapat membaca menulis)
2.manusia di ciptakan dari segumpal darah.kemudian manusia diberi segala kesnggupan untuk menguasai yang ada di bumi serta menundukkannya untuk keperluan hidup.
3.bacaan tidak melekat tanpa di baca berulang -ulang dan membiasakannya.seseorang yang membaca karena Allahakan mendapat ilmu pengetahuan,pemahaman,dan wawasan baru.

4.dengan karunia dan kalam Allah,terjadi proses balajar belajar mengajar manusia dan komunikasi antar manusia.dengan pena ilmu seseorang dapat di transfer.
5.Dialah tuhan yang mengajar manusia bermacam – macam ilmu yang bermanfaat baginya.ilmu menjadikan manusia lebih utama daripada makhluk lainnya.

Perintah membaca adalah perintah yang paling awal,dan paling berharga yang di berikan kepada manusia.hal itu di sebabkan membaca merupakan hal yang mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.marilah kita tingkatkan peradaban yang maju.



Lalu apa yang terjadi jika kita tidak bisa membaca …..????

.Buta aksara fungsional adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan membaca dan menulis yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini sama dengan buta aksara dalam arti terbatas, yang berarti ketidakmampuan untuk membaca atau menulis kalimat sederhana dalam bahasa apapun.Hak dari seperlima populasi orang dewasa di seluruh dunia untuk melek huruf hingga kini masih terabaikan. Setidaknya, sebanyak 771 juta orang usia 15 tahun ke atas hidup tanpa memiliki keterampilan keaksaraan dasar.

Sebagian besar dari mereka, khususnya berada di sub Sahara Afrika, Asia Barat, Selatan, Timur, dan Pasifik, dengan kondisi kaum perempuan yang melek aksara lebih rendah dari pada laki-laki. Laporan Pengawasan Global Pendidikan Untuk Semua (PUS) 2006 menyebutkan, terdapat 88 perempuan dewasa buta huruf pada setiap 100 laki-laki dewasa yang sudah melek huruf. Jumlah yang lebih kecil ditemui di negara yang berpendapatan rendah seperti Bangladesh (62 dari 100 laki-laki) dan Pakistan (57 dari 100 laki-laki).

Laporan itu menyebutkan, masalah buta aksara menjadi persoalan yang terjadi hampir di semua negara, khususnya negara berkembang yang erat kaitannya dengan kondisi kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, dan ketidakberdayaan masyarakatnya.Namun demikian, masalah pemberantasan buta aksara di banyak negara masih terganjal oleh rendahnya komitmen para pemimpin politik untuk memasukkan pembiayaan program keaksaraan tersebut sebagai prioritas. Dalam kenyataannya, banyak negara mengaloksikan hanya satu% anggaran dari anggaran negara untuk pembiayaan pembangunan pendidikan.

Laporan PUS 2006 menekankan tentang pentingnya para pemimpin politik pada tingkat tertinggi berkomitmen untuk membuat kebijakan yang jelas tentang keaksaraan, khususnya pada tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pertama.
Kondisi jumlah penduduk buta aksara yang tinggi itu kemudian mendorong negara-negara yang tergabung dalam forum Dakar-Senegal, tahun 2000, menetapkan satu poin penting untuk pengurangan sebesar 50% tingkat buta aksara orang dewasa tahun 2015.


Selain upaya pengurangan yang dilakukan negara-negara forum Dakar, dukungan juga datang dari badan dunia seperti Unesco, Unicef, WHO, World Bank dan badan-badan internasional lainnya untuk melakukan kampanye dan sosialisasi pentingnya pemberantasan buta huruf di seluruh dunia.

Kampanye tentang melek aksara itu diarahkan pada pemahaman bahwa peningkatan kemampuan keaksaraan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk berpikir kritis, perbaikan kesehatan, keluarga berencana, pencegahan HIV/AIDS, pendidikan anak, pengentasan kemiskinan, dan hak-hak kewarganegaraan.
UNDP menjadikan angka melek aksara sebagai variabel dari empat indikator untuk menentukan Indeks Pembangunanan Manusia (IPM) suatu negara, di samping rata-rata lama pendidikan, rata-rata usia harapan hidup (indeks kesehatan) serta indeks perekonomian berupa pengeluaran per kapita.Karena alasan tersebut, banyak negara khususnya di negara berkembang berlomba-lomba meningkatkan jumlah penduduk melek aksara.


Bagaimana dengan Indonesia …???

Download materi ini lengkap disini 


Sumber :



















Tragedi Pembodohan anak bangsa dalam media elektronika (internet)

Grand tema_Internet : Dinamika dan Problematika dalam Masyarakat Indonesia
Judul :
“ Tragedi Pembodohan anak bangsa dalam media elektronika (internet) “

Media merupakan sebuah alat informasi/akses berita terkait masalah dan fenomena yang tengah terjadi di tengah masyarakat kita. Perkembangan teknologi abad modern akibat dampak dari virus globalisasi sejatinya telah mampu melahirkan pesona cyber space, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mampukah anak bangsa memanfaatkannya atau malah terbodohkan olehnya??
Fakta menyatakan sampai hari ini banyak sekali kriminalisasi yang terjadi lewat dunia maya tersebut, mulai dari kriminalisasi jejaring sampai penyampaian dan pemotongan/penyelewengan informasi public ke tengah masyarakat kita. Bahkan dengan kecanggihan teknologi tersebut semua mahasiswa yang mereka mengklaim sebagai insan akademis telah kehilangan “ke-jantanannya” dalam dimensi ke-akademisannya. Virus Plagiatisme (copy-paste) telah terbukti sampai hari ini telah menjadi aktivitas yang membudaya dikalangan mahasiswa. Hal yang demikian sangat disayangkan bagaimana mereka mau mengawal sebuah perubahan jika otak mereka masih kerdil dan selalu menghamba pada kecanggihan media elektronika.
Merujuk dari beberapa asumsi diatas , kita dapat menilai betapa Indonesia selama ini jauh dari cita – cita Negara kesejahteraan. Bayangkan saja, bagaimana nasib anak bangsa jika arus globalisasi terus menghantam masuk tanpa filter sama sekali?? Bukan lagi kepintaran yang di dapat akan tetapi kebodohanlah yang terus mengantui anak-anak bangsa kita.
            Saat ini memang perkembangan kehidupan manusia semakin kompleks dengan arah dan tujuan yang semakin mengglobal. Perkembangan kehidupan manusia didasari oleh perkembangan pola pikir yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pola pikir manusia terus mengalami evolusi menuju arah yang lebih komprehensif yang pada akhirnya pola pikir manusia dituntut untuk terus bisa beradaptasi dan tidak dibatasi oleh satu bidang keilmuan saja.
Di samping itu era transisi Indonesia juga masih belum berlalu, indonesia masih terus mencari format ideal guna menemukan tatanan kehidupan yang lebih dinamis. Selama manusia hidup dengan segala kebutuhan maka selama itu pula permasalahan akan terus muncul dan berkembang.  Semakin tinggi dan maju sebuah peradaban manusia maka akan semakin tinggi dan semakin kompleks pula permasalahan yang dihadapi.  Dalam kondisi seperti itu, maka tantangan globalisasi tetap memainkan peranan penting dalam peradaban manusia.

Dapatkan materi ini lengkap dengan mendwonload disini

Tuesday, October 9, 2012

PROSES PEMBUATAN MARGARIN


Sejarah Margarin
Pada tahun 1813, di sebuah lab. kimia, seorang ilmuwan Prancis Michel Eugene Chevreul menemukan sejenis asam lemak yang dia sebut acide margaruite. Karena wujudnya yang berupa endapan berkilauan seperti mutiara, makanya dia menamainya sesuai kata Yunani margarites, yang berarti “pearly – seperti mutiara.” Tapi Kaisar Napoleon III menginginkan pengganti margarin dengan harga lebih murah. Maka dia mengadakan sayembara, disediakan hadiah bagi siapa saja yang bisa menciptakan pengganti yang sepadan tapi lebih murah. Masuklah ahli kimia Prancis Hippolyte Mège-Mouriès. Pada tahun 1869, Mège-Mouriès menyempurnakan dan mematenkan sebuah campuran lemak sapi dan susu yang menghasilkan substitusi dari margarin, karenanya dia pun memenangkan hadiah dari sang Kaisar Hore.
Produk baru yang diberi nama “oleomargarine” itu sulit dipasarkan. Pada tahun 1871, Mège-Mouriès mendemonstrasikan prosesnya bagi perusahaan Belanda yang mengembangkan metodenya dan membantunya dalam memasarkan margarin. Pengusaha-pengusaha Belanda ini menyadari bahwa jika margarin bakal menggantikan butter maka ia harus kelihatan seperti butter, dan mereka pun mulai mewarnai margarin, yang aslinya putih, menjadi kuning butter.
Sayangnya Mège-Mouriès tidak diperlakukan istimewa atas penemuannya itu. Dia bahkan meninggal dalam keadaan miskin pada tahun 1880. Perusahaan Belanda yang mengembangkan resepnya pun bekerja cukup baik bagi perusahaan itu sendiri, yang mana, Jurgens, akhirnya menjadi perusahaan pembuat margarin dan sabun terkenal di dunia yang kemudian menjadi bagian dari Unilever.
Perusahaan susu bereaksi terhadap popularitas dadakan margarin. Mereka lebih dari sekedar jengkel, seperti yang bisa diduga. Mereka meyakinkan legislator untuk mengenakan pajak terhadap margarin hingga dua sen per pound. Para peternak susu juga berhasil melobi pelarangan penggunaan pewarna kuning dalam pembuatan margarin. Pada 1900, butter berwarna pun dipasarkan di 30 negara bagian AS. Banyak negara bahkan mengambil langkah yang lebih ekstrim untuk menjauhkan pelanggan dari margarin – mereka membuat margarin berwarna pink.
Di Kanada, sempat diadakan kampanye pemerintah anti-margarin. Dari tahun 1886 sampai 1948, hukum Kanada melarang keberadaan margarin. Satu-satunya pengecualian terhadap peraturan ini muncul pada 1917 dan 1923, ketika Perang Dunia I dengan cepat menghabiskan persediaan butter, sehingga pemerintah harus mengandalkan margarin.
Namun demikian margarin masih belum bisa bernafas dengan lega. Pelobian yang solid dari Quebec yang membuat peraturan melawan pewarnaan margarin bertahan hingga 2008 kemarin. Saat pelarangan pewarnaan margarin menyebar pada abad ke-20, produsen-produsen margarin menerima keputusan itu dengan sportif. Tapi sekarang saat kita membeli margarin, kita juga dapat bungkusan berisi pewarnan makanan yang bisa dicampurkan ke margarin dengan tangan, seperti adonan.
Tak dinyana, gerakan makanan murni di tahun 1920an membantu melahirkan butter alami dan mengangkat status margarin lebih tinggi. Di tahun 1923, Kongres Amerika Serikat mengesahkan hukum pengesahan/melegalkan bahan-bahan tambahan pada butter, termasuk bahan tambahan khusus yang bisa membuat butter lebih mudah dioleskan. Karena seperti yang para penggemar roti panggang ketahui, margarin lebih mudah rata saat dioleskan di roti. Margarin juga mendapat kredit dari Perang Dunia II. Ketika kekurangan butter di masa perang memaksa orang menggunakan margarin, mereka menyadari bahwa produk yang sudah dikembangkan itu ternyata tak buruk juga.
Di tahun 1950, pemerintah AS mencabut pajak margarin yang mahal, dan pasar melanjutkan pertumbuhannya saat negara-negara bagian menarik pelarangan mereka pada margarin berwarna. Negara bagian terakhir yang mencabut pelarangan itu adalah Wisconsin, yang notabene Dairyland alias negara penghasil susu terbesar di Amerika, yang tidak mengijinkan margarin berwarna sampai tahun 1967.

A.  Definisi Margarine
Gambar 1. Margarin
Margarine adalah makanan berlemak yang menyerupai mentega baik dalam hal kenampakan maupun sifat dan komposisinya. Produk tersebut di buat dengan maksud sebagai penganti dari mentega. Pengertian margarine yang lebih rinci merupakan emulsi dari fase lemak dan fase berair. Fase lemak sebagai fase yang kontinyu yang merupakan campuran dari berbagai jenis minyak baik hewani maupun nabati. Margarine di produksi berdasarkan penemuan hasil penelitian seorang sarjana kimia dari Perancis yang bernama Hippalyte Megemouries. Meskipun pengolahan dan beberapa bahan penyusun mengalami perkembangan dan modifikasi, tetapi prinsip dasar yang digunakan masih bersumber pada hasil penemuannya.

Gambar 2. Produksi margarin

Bahan mentah pada pengolahan margarine meliputi lemak dan minyak dari berbagai jenis yaitu air susu, air dan susu skim. Sedangkan bahan pembantu yang digunakan meliputi bumbu yang ditambahkan untuk memberikan rasa dan aroma agar menyerupai mentega dan bahan pembantu juga berfungsi sebagai emulsifier, antioksidan dan vitamin. Campuran lemak dan minyak serta bahan pembantu yang larut didalamnya merupakan adonan fase lemak. Air atau air susu yang telah diperam beserta bahan pembantu yang larut didalamnya merupakan adonan fase berair.

Lemak dan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan dasar margarine adalah yang berasal dari berbagai bahan sumber minyak, baik dari sumber nabati maupun hewani. Dari sumber nabati misalnya minyak kelapa sedangkan dari sumber hewani misalnya asam lemak babi. Oleh karena sumber minyak dan lemak yang dapat digunakan terlalu banyak perlu dilakukan pemilihan berdasarkan pertimbangan ekonomis, kualitas dan sifat margarine yang dikehendaki.

Gambar 3. Proses margarin

B. Proses Pembuatan Margarine

B.1 Emulsifikasi
Emulsifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut dengan churn sehingga prosesnya disebut dengan churning. Dalam praktek pembuatan margarine secara modern untuk mencapai kadar air akhir dari margarine sebesar 16 persen jumlah fase berair yang digunakan 17-20 persen. Jika dalam proses pengolahan margarine emulsi yang dihasilkan tidak stabil akan menunjuk kecendrungan untuk memisah dengan penetesan titik air, dengan demikian proses emulsifikasi merupakan tahapan yang penting dalam proses selanjutnya. Kehalusan dispersi antar fase pada dasarnya dipengaruhi oleh pengadukan mekanis dan stabilisator emulsi. Produsen mengarah pada teknik emulsifikasi dan penggunaan stabilisator yang dapat menghasilkan flavor yang sangat baik.
Dispersi fase berair yang sangat halus dapat membantu margarine terlindung terhadap kerusakan oleh mikrobia yang beberapa diantaranya dapat hidup dalam lemak, hanya apabila terdapat air. Infeksi mikrobia dari udara mengalami kesulitan jika titik-titik air terkurung dalam lemak. Bahkan infeksi dalam titik air akan mati karena titik air yang diselubungi dengan lemak tidak cukup oksigen yang sangat diperlukan oleh mikrobia atau jumlah nutrien dalam titik air tidak cukup untuk menompang kehidupan dan pertumbuhan mikroba tersebut. Dengan demikian emulsifikasi merupakan tahapan pengolahan margarine yang sangat penting. Apabila pengetahuan tentang proses emulsifikasi kurang berkembang maka diperlukan ilmu dan seni dari pekerja terhadap keberhasilannya.

B.2 Pendinginan Dan Kristalisasi Emulsi

Dengan beberapa pengecualian pendinginan emulsi pada pengolahan margarine termasuk dalam kategori pendinginan kejutan dan pemadatan yang cepat. Hal tersebut dimaksudkan kecuali untuk menghasilkan emulsi yang baik dengan pengendalian cara mekanis untuk memisahkan padatan sehingga ,.....

klik disini untuk mendapatkan materi lanjutan proses pembuatan margarin

Sunday, July 8, 2012

Disiplin

Disiplin
disiplin berasal dari kata" diciple" bahasa yunani yang berarti murid yang patuh terhadap guru
atau dicipline yang memeiliki arti seorang anak yang patuh terhadap orang tuanya .

jadi disiplin bisa diartikan
  •  seseorang yang mematuhi semua peraturan/norma/adat istiadat/UU/ yang tertulis maupun tidak tertulis dengan sadar tanpa tekanan atau paksaan dari orang lain

dalam menerapkan tata tertib dan disiplin harrus disertai dengan adanya sanksi


ketentuan Umum
pengertian
  • disiplin adalah ketaatan dengan tidak ragu ragu dan tulus ikhlas kepada perntah perintah , petunjuk petunjuk yang di berikan oleh pimpinan/atasan/ komandan dengan menggunakan pikirannya 
  • disiplin yang baik adalah disiplin pribadi yakni yang timbul karena keinginan pengertian yang baik mengenai tujuan dan karena loyal terhadap pimpinan atau atasan
  • penerapan sanksi dilaksanakan secara bertingkat dan bertahap karena sifatnya yan mendidik bukan menghukum
Landasan
  • konstitutional , perilaku yang ber orientasi UUD 1945, peraturan perundang undangan , kebijakan dan program pemerintah .
  • mengutamakan tindakan pencegahan daripada penaggulangan



Thursday, December 16, 2010

Manfaat Komunikasi

Manfaat Komunikasi
Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat tentunya kita sebagai makhluk sosial mengadakan interaksi dengan satu sama lain , dalam berinteraksi tersebut pastinya ada suatu timbal balik atau pesan yang ingin disampaikan, olh karena itu komunikasi untuk menyampaikan maksud dari semua itu harus kita olah sedemikian rupa sehimgga orang yang kita ajak berkomunikasi paham dengan maksud kita serta tidak menimbulkan kerancuan makna.

Komunikasai sangat penting dalam kehidupan kita.
berikut merupakan beberapa manfaat komunikasi :
  •  bila kita memiliki suatu produkmaka seni dalam menyampaikan produk ini sangat penting guna memesarkan roduk kita agar laku.
  • dengan komunikasi yang baik kita akan memiliki nlai jual yang sangat menguntungkan, misal kita bisa menjadi MC , penyia radio dll
  • kita akan banyak memliki banyak teman relasi
  • menurut sebuah penelitian keberhasilan dari sesuatu  tergantung dari kemampuan orang itu dalam berkomunikasi sebesar 60% dari pada ide yang dimilikinya yaitu cuma sekitar 20% .
untuk itu mari kita mulai berlatih mengolh kata yang aik dan benar sehingga apa yang kita sampaikan bisa diterima orang lain dengan jelas . dan untuk menjadi pembicara yang baik semua melaui proses tahap demi tahap, meskipun ada sebagian oang yang memiliki bakat yang hanya sedikit dilatih dia bia langsung bisa hebat menjadi embicara.

sekian posting kali ini dengan judul manfaat komunikasi , tetap semangat

caiyoooooooooooooo!!!!!!